Image description
Image captions

Ketua DPP PKB Daniel Johan menanggapi Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang menyatakan jika ingin berkoalisi di Pilgub Jakarta maka Anies Baswedan mesti membawa Sohibul Iman sebagai pendamping. Daniel Johan mengingatkan PKS bisa ditinggal sendirian jika menutup diri.

Awalnya Daniel Johan menyebut sebetulnya keputusan PKS merupakan hak setiap partai. Menurutnya, pernyataan Ahmad Syaikhu harus dihargai.

"Itu adalah hak setiap partai dalam memutuskan secara mandiri, kita saling menghargai," kata Daniel Johan saat dihubungi, Selasa (2/7/2024).

Namun demikian, Daniel Johan menyebut politik merupakan hal yang dinamis. Sehingga, lanjut dia, harus terbuka untuk saling berkomunikasi.

"Pengalaman selama ini yang namanya politik itu sangat dinamis sehingga komunikasi dan saling membuka kemungkinan menjadi seni yang diperlukan," ucapnya.

Dia mengingatkan PKS bisa saja ditinggal sendirian jika tidak terbuka. "Kalau tidak nanti ketinggalan sendirian," imbuhnya.

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, sebelumnya kembali membahas Pilgub Jakarta 2024. Syaikhu menegaskan jika Anies Baswedan mau bersama PKS, maka harus membawa kadernya, Sohibul Iman, sebagai cawagub.

Syaikhu menyampaikan hal ini saat memberikan sambutan dalam Pelantikan Satgas Jabar Putih Kabupaten Karawang sekaligus Launching Pilkada Karawang, pada Sabtu (29/6) yang lalu. Dia menekankan Anies harus membawa Sohibul Iman jika mau bersama PKS.

"Kemarin ada framming di media katanya Pak Syaikhu mempersilakan Pak Anies memilih wakilnya, saya bilang itu terserah Pak Anies pasti punya banyak pilihan, mau ambil siapa, tapi saya tegaskan jika ingin bersama PKS harus membawa Mohamad Sohibul Iman," kata Syaikhu seperti dikutip detikcom di website resmi PKS, Selasa (2/7).

Syaikhu meminta pernyataannya soal Pilgub Jakarta tidak dipelesetkan. "Jadi itu saya tegaskan agar jangan dipelesetkan dengan sesuatu hal yang tidak tepat," imbuhnya.

sumber: detik