untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawa korban tidak tertolong. Jenazah kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar menggunakan ambulans gratis IBS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Proses pemindahan jenazah berlangsung dalam suasana duka, disertai tangis keluarga.
"Baru tahun lalu lulus, kasihan sekali ini anak," ujar salah seorang kerabat korban sambil menunjukkan foto Bripda Dirja Pratama saat baru dilantik di SPN Batua.
Enam Polisi Diperiksa
Sementara itu, Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
"Kami belum bisa memastikan apakah korban mengalami pengeroyokan atau tidak. Yang pasti, proses pemeriksaan masih berjalan," ujar Zulham.
Dia mengungkapkan, hingga saat ini Propam telah memeriksa enam orang saksi yang terdiri dari rekan satu angkatan (letting) dan senior korban. Jumlah saksi tersebut masih berpotensi bertambah seiring pendalaman kasus.
"Sudah enam orang kami periksa, termasuk rekan dan seniornya. Kemungkinan jumlahnya masih akan bertambah," katanya.
Zulham menegaskan pemeriksaan medis dilakukan secara terbuka dan profesional untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kekerasan pada tubuh korban.
"Saya sudah sampaikan kepada Kabid Dokkes dan dokter yang menangani agar pemeriksaan dilakukan dengan benar dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Jika memang ada kekerasan, harus disampaikan," tegasnya.