

- Ragam masalah terjadi terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak ekonomi akibat kebijakan selama pandemi Covid-19. Di Koja Jakarta Utara, warga sampai terlibat cekcok dengan keluarga salah satu RT di sana. Bahkan dari adu mulut tersebut, terjadi benturan yang justru dilakukan oleh pihak lain.
"Kami menerima dua laporan polisi terkait kejadian itu. Pertama dari warga, yang kedua dari anaknya RT tersebut. Jadi berdasarkan hasil penyelidikan kami memang diduga ada tindak pidana saat kejadian itu, di mana tindak pidana ini terjadi antara dua orang, satu warga, satu anaknya RT tersebut," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, saat dihubungi, Rabu (29/4).
"Ributnya ini lucu, yang ribut adiknya warga itu sama dan bu RT, tapi yang marah malah kakaknya sama anaknya, dua orang ini dari awal enggak ada hubungan apa-apa. Karena terpicu, karena ibunya dan karena adiknya, mereka akhirnya terjadi benturan," sambungnya.
Percekcokan yang terjadi sampai membuat keduanya luka-luka. Berdasarkan dua laporan yang diterima, kasus itu sedang diselidiki kepolisian.
"Dari adanya laporan tersebut, hasil visum kami melakukan proses dan dari proses yang kami lakukan karena ini kejadian saling menyerang. Jadi yang satu juga ada yang luka, lainnya juga ada yang luka dan kami pada kesimpulan dua-duanya sebagai tersangka," ujarnya.
Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, polisi belum melakukan penahanan terhadap keduanya. Kini, keduanya itu masih menjalani proses pemeriksaan.
"Masih diperiksa dua-duanya, nanti masalah penahanan atau tidak penyidik akan melihat," tutupnya.
Seperti diketahui, kasus ini ramai diperbincangkan setelah sebuah video diunggah di salah satu akun media sosial Facebook atas nama Rafaell Rafa pada Kamis (23/4) lalu. Namun, video itu kini sudah tidak ada atau sudah dihapus.
Tetapi video merekam saat suasana adu mulut terjadi.
Jaket Merah: Ya ibaratnya jangan diginiin juga lah, ya tahu sendiri bu RT ngomong pelan-pelan. Ibaratnya kita sebagai warga juga
Perekam (kakak dari jaket merah) : Ibu selalu aja ya, saya ngomong baik-baik
Istri ketua RT : Kurang ajar kamu, bukan siapa-siapa saya kamu ngomong
Perekam (kakak dari jaket merah) : Saya ngomong baik-baik, tapi ibu malah begitu sama adik saya
Istri ketua RT : Eh, saya enggak ada urusan sama kamu
Jaket Merah : Udah-udah, lagi juga malu begini mulu. Kan juga cuma nanya sembako
Istri ketua RT : Nanyain sembako sampai kaya begitu
Jaket Merah: ... cuma pelan-pelan Bu RT, Ya Allah
Istri ketua RT : Enggak gini, kalau pun dia minta sembako, yang keluar bukan namanya dia. Jauh-jauh kamu bertahun-tahun bukan warga sini, giliran nanyain sembako kok ribut
Jaket Merah : Iya, gua juga udah ngomong sama ke dia Bu RT, enggak ngejelek-jelekin Bu RT, gua tanya Pak RW ya. Gua juga enggak pernah jelek-jelekin ke dia, sumpah gua enggak pernah jelek-jelekin, gua cuma nanya sembako gimana, gua RT sini
Istri ketua RT : Kamu tanggung tanya ke pak RW, tanyanya ke Pak Lurah
Jaket Merah : Sampe gua diusir
Istri ketua RT : Enggak, emang kamu mau saya pindahin
Selain itu, video tentang kronologis persetuan ini dapat ditemukan di akun Youtube Viral Virul. Dari narasi di video itu, warga tersebut menanyakan Sembako kepada RT setempat. Namun, istri dari RT mengatakan, jika NA tidak berhak mendapatkannya karena masalah domisili.0