Image description
Image captions

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terkait besaran iuran yang harus disetorkan Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Indonesia sendiri telah memutuskan untuk bergabung dengan dewan tersebut.

Menhan Sjafrie Menunggu Keputusan Kemlu

“Ya, kalau dari Kementerian Pertahanan, kita menunggu keputusan dari Menteri Luar Negeri tentang iuran-iuran itu,” ujar Sjafrie di gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Sjafrie menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan mengutamakan pengiriman pasukan sebagai bentuk partisipasi Indonesia dalam badan internasional tersebut. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto disebut telah menyiapkan pasukan yang akan dikirimkan.

“Tapi yang pasti bahwa pelibatan ini adalah self-funded, di mana kita mengutamakan kemampuan yang ada untuk kita siapkan pasukan kita, dan saya kira Panglima (TNI) sudah mempersiapkan satu brigade dan kita akan kirim per batalion dan sebelumnya kita kirim 50 orang untuk tim edukasi,” jelasnya.

Indonesia ‘Founding Members’ Dewan Perdamaian

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara ‘founding members‘ dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi oleh Donald Trump. Posisi ini ditandai dengan penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Sugiono, founding members Dewan Perdamaian terdiri atas 20 negara. Indonesia menjadi satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang hadir langsung untuk menandatangani piagam tersebut di Davos, Swiss.