Staf Khusus Menteri Kelautan & Perikanan, Syarifah Amelia menjadi salah satu dari delapan
alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meramaikan bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus
Pusat Ikatan Alumni (IA) ITB periode 2021-2025. Amel, panggilan akrabnya, menjadi satu – satunya
kontestan perempuan dan menjadi kontenstan termuda dari kedelapan calon Ketua Umum IA ITB.
Namun demikian, meski menjadi kontestan termuda dalam pemilihan calon Ketua Umum IA ITB,
Amel justru mendapatkan dukungan dari para Menteri Kabinet Indonesia Maju, baik dari Menteri
Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono maupun Menteri Perencanaan Pembangunan
Nasional Suharso Monoarfa.
“Dukungan dari para senior dan Menteri alumni ITB dalam pencalonan kami adalah simbol
kepercayaan dari para senior bagi para alumni muda ITB untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi
Bangsa dan Negara,” pungkas Amel dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Amel, dukungan dari para Menteri ini juga tidak terlepas dari sepak terjang Amel setelah
lulus dari kampus Ganesha. Sejak meraih gelar Sarjana Fisika ITB pada tahun 2012, Amel telah
banyak meraih prestasi dan duduk di berbagai posisi strategis, seperti Direktur Pengembangan Bisnis
BUMD PT. Belitong Mandiri, Badan Pengurus Belitung Island Geopark, Komite Percepatan Investasi
Belitung – Singapura, hingga saat ini dipercaya sebagai Staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Karier professional dan penghargaan yang saya peroleh selama ini tidak terlepas dari para senior
ITB, dan pengalaman saya ini sebenarnya bisa di-copy oleh para alumni muda ITB yang mau
memperjuangkan pembangunan dan berkiprah bagi masyarakat luas,” ungkap Amel.
Didasari dari keinginannya untuk membagi pengalamannya kepada para alumni muda ITB maupun
menjaga kekompakan alumni senior dan junior di ITB, Amel dalam pencalonannya ini mengusung visi
Redefinisi IA-ITB, yang ditujukan untuk mengubah wajah organisasi alumni ITB dari yang semula
merupakan organisasi berbasis ketokohan (figure-based organization) menjadi organisasi berbasis
pelayanan (service-based organization).
“Visi ini tidak lain adalah cita – cita dari kami untuk dapat mengedepankan persatuan antar alumni,
mewujudukan kolaborasi antar senior – junior, hingga kolaborasi antar alumni ITB yang saat ini
berada di pemerintahan, dunia usaha, hingga aktivis dan akademisi,” sebut Amel menjelaskan
visinya.
Terlebih, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, tidak sedikit alumni ITB yang mengalami kesulitan
bisnis maupun ekonomi di tempatnya masing – masing. Dari survey yang dilaksanakan oleh Tim
Pemenangan Amel, saat ini ditemukan banyak alumni ITB yang bisnis dan pekerjaannya terkena
dampak dari Pandemi, bahkan lulusan baru pun saat ini kesulitan untuk mencari pekerjaan.
Melihat persoalan tersebut, Amel mengajak peran serta alumni ITB untuk menjaga persatuan dan
rasa kekeluargaan antar alumni ITB.
“Keutuhan dan kekeluargaan harus terus dijaga, persatuan antar
alumni jadi penting untuk bahu – membahu melewati masa sulit ini,” kata Amel.
Bagi Amel, persatuan antar alumni ITB ini bukan hanya ditujukan untuk membantu sesama alumni
ITB saja, tetapi juga untuk membantu masyarakat luas yang terkena dampak pandemi Covid-19.
“Saya teringat pesan di kampus ganesha, alumni ITB bukan hanya sebagai pelopor pembangunan,
tapi juga pelopor persatuan. Kami yakin, dengan bersatunya alumni ITB, seluruh potensi yang ada
bisa kita optimalkan dan bergotong-royong mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia!” kata Amel optimis